Jumat, 22 Mei 2009

IKHTISAR SENI BUDAYA BANTEN

Debus
Debus merupakan kesenian asli masyarakat Banten yang diciptakan pada masa Sultan Hasanuddin (abad ke-16). Debus merupakan pencak silat yang berhubungan dengan ilmu kekebalan. Awalnya Debus sebagai alat untuk menyebarkan agama Islam yang ketika itu menganut agama Hindu Budha. Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa (abad ke-17) debus digunakan sebagai alat membangkitkan semangat para pejuang untuk melawan Belanda.

Angklung Buhun
Dinamakan Buhun karena keberadaan kesenian ini sudah lama sekali. Angklung Buhun lahir bersamaan dengan adanya masyrakat baduy di wilayah selatan Banten. Kesenian ini lahir sebagai ekspresi kebahagiaan masyarakat Baduy mensyukuri keberhasilan dalam bercocok tanam. Angklung Buhun hanya boleh dimainkan pada bulan katujuh dari kalender orang Baduy (kanekes) pada acara ngaseuk

Dogdog Lojor
Seni Dogdog Lojor merupakan kesenian yang menggunakan batang kayu bulat dengan rongga di tengah yang ujungnya memiliki diameter berbeda. Kesenian ini biasanya ditampilkan dalam acara Seren Taun atau upacara panen

Beluk
Beluk merupakan sajian sekar berirama bebas atau sekar irama merdeka yang menggunakan dinamika dengan ornamen-ornamen dalam surupan tinggi sehingga berliku-liku atau meluk Beluk erat kaitannya dengan kesusastraan wawacan yang menggunakan aturan pupuh. Ciri kesenian Beluk adalah aluknya, yakni suara petit atau jeritan yang tinggi.

Patingtung
Seni Patingtung berkembang pada masyarakat Banten yang berbahasa Jawa. Seni Patingtung didominasi oleh gerakan pencak silat. Kesenian Patingtung biasanya disajikan secara tunggal, duet ataupun berkelompok yang kadang diselingi dengan seni tari yang atraktif seperti tari piring atau debus

Rudat
Rudat adalah jenis kesenian yang didalamnya terdapat bentuk tarian yang diiringi oleh musik terbangan, di dalamnya terdapat unsur keagamaan, beladiri dan seni suara. Seni Rudat merupakan paduan seni gerak dan vokal yang diiringi tabuhan ritmis dari waditra sejenis terbang. Syair-syair yang terkandung dalam nyanyiannya bernafaskan keagamaan yang mengagungkan Allah, shalawat pada Rasul

Dzikir Saman
Dzikir Saman disebut pula dzikir maulud karena syair-syair yang dilantunkan mengandung unsur-unsur mengagungkan asma Allah dan pujian kepada Nabi Muhammad yang terkumpul dalam kitab “berjanji” atau sejarah lahir Nabi Muhammad SAW. Sebutan Dzikir Saman karena dzikir tersebut pertamakali dicetuskan oleh Syeh Syaman yang berasal dari Aceh

Terbang Gede
Kesenian Terbang Gede merupakan kesenian yang salah satu instrumen waditranya menggunakan sebuah gendang besar (gede) yang berdiamater besar. Pada awalnya kesenian ini merupakan sarana penyebaran agama Islam yang berkembang sebagai upacara ritual. Fungsi ritual hanya berlaku pada masyarakat yang masih mempercayainya, sedangkan fungsi hiburan berlaku bagi masyarakat luas.



Bedug
Bedug atau Ngabedug merupakan sarana hiburan untuk menyambut bulan Ramadhan. Waditra yang dipergunakan biasanya sudah tersedia di masjid-masjid. Hanya saja ngabedug di Provinsi Banten memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan seni bedug di daerah lain di Nusantara.

Ubrug
Kesenian Ubrug merupakan seni lakon/teater yang isinya ceritanya diungkapkan secara spontan tanpa sutradara. Pemimpin ubrug hanya mengarahkan tema dan garis besar cerita, rinciannya diserahkan kepada kreativitas pemain. Kesenian ini merupakan pelepasan dari beban berat kerja di sawah dan ladang.

Qasidah
Qasidah merupakan lagu dan musik Islami dengan rebana dan kecrek sebagai waditranya. Lagu-lagu dalam qasidahan bukanlah sebuah seni semata melainkan juga mengandung unsur da’wah dan Islam.

Marhaba Raqbi
Kesenian Marhaba Raqbi merupakan seni pertunjukkan untuk memperingati hari kelahiran atau Maulud Nabi Besar Muhammad SAW serta dalam acara cukuran bayi yang berusia 40 hari atau lebih. Marhaba Raqbi dibacakan secara ritmis mengikuti irama lagu khas Raqbi Banten.

Gambang Kromong
Gambang Kromong adalah kesenian tradisional yang berakar dari kesenian tradisional Cina dengan menggunakan isntrumen berbentuk gambang yang terbuat dari belahan-belahan kayu berjumlah 18 buah. Sejalan dengan perkembangan penduduk Cina dan Betawi maka perkembangan demografis berubah. Daerah pinggiran Jakarta termasuk Tangerang memiliki seni musik Gambang Kromong sebagai musik khas daerahnya.

Tari Cokek
Tari Cokek merupakan salah satu bentuk tari pergaulan masyarakat setempat sebagai perpaduan antara nilai-nilai kebudayaan Betawi dengan luar Betawi. Dipertunjukkan pada perayaan pernikahan, selamatan keluarga atau hiburan lainnya.

Tayuban
Seni Tayuban adalah seni pertunjukkan yang diperankan oleh penari perempuan yang biasanya dalam sebuah pagelaran diikuti oleh lebih dari satu penari sampai lima penari.

Yalail
Kesenian Yalail adalah nyanyian bernuansa Islam yang ditampilkan oleh sekelompok orang pada saat pesta perkawinan dengan menggunakan Bahasa Arab

Rengkong
Rengkong merupakan kesenian klasik yang alat musiknya terbuat dari bambu betung sepanjang tiga ruas. Ujungnya diberi lubang memanjang sebagai alat pemikulnya. Kedua ujung bambu pemikul masing-masing digantungkan empat beungkeut (ikat) padi dengan tali injuk sebagai penggantungya. Dari kedua ujung bambu berlubang, tali injuk dan beungkeut-beungkeut tadi irama harmonis ini ditimbulkan.

Gemyung
Kesenian Gemyung lahir pada zaman kejayaan para wali di Pulau Jawa, kemudian menyebar ke seantero daerah dimana agama Islam menyebar, digunakan sebagai media syiar yang lentur, liat dan memikat. Kesenian Gemyung biasa dimainkan oleh para santri di masjid-masjid sesudah shalat Isya, dipimpin oleh seorang kiai sebagai pengatur dan pembawa acaranya.



Wayang Garing
Wayang garing berbeda dengan wayang kulit di Yogyakarta atau wayang golek di Priangan. Wayang garing memiliki ciri dan karakter yang unik dimana sejak awal pertunjukkan Ki Dalang menyapa dan menjalin interaksi dengan penonton. Sapaan itu selain sebagai forum saweran, yang lebih pokok adalah bentuk komunikasi yang memperkuat ikatan penonton ke dalam pertunjukkan. Dengan senda gurau yang agak serius, komunikasi antara dalang dengan penonton sampai akhir pertunjukkan terjalin. Wayang garing bukan seni pertunjukkan yang berpijak pada lakon, melainkan pada sederet guyon yang langsung melibatkan penonton. Berbeda dengan wayang golek dan wayang kulit yang mengisahkan dongeng di negeri antah berantah, apa yang disampaikan dalam wayang garing biasanya berupa kehidupan nyata si dalang sendiri di tengah masyarakatnya.

Upacara Tradisional
Seren Taun
Seren Taun, yaitu upacara mulasara pare di leuit (menyimpan padi ke lumbung) dilakukan setiap tahun yang jatuh di bulan Juli dan untuk tahun berikutnya maju 10 (sepuluh hari) dari tahun sebelumnya. Kegiatan seren taun ini berlangsung selama 7 (tujuh) malam.

Panjang Mulud
Tidak diketahui secara pasti kapan tradisi ini muncul di Banten, yang jelas, tradisi panjang mulud ini dirayakan masyarakat Banten untuk memperingati hari kelahiran (Maulid) Nabi Muhammad SAW. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa panjang mulud lahir pada masa Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1672). Ada juga yang berpendapat panjang mulud bermula pada pada masa sultan Banten kedua, Maulana Yusuf (1570-1580), namun tradisi Panjang Mulud yang mulai melibatkan masyarakat secara massal baru dimulai pada masa Sultan Ageng Tirtayasa. Akibat kaburnya jejak sejarah itu, warga setempat hanya mengatakan bahwa perayaan itu untuk melestarikan tradisi para pendahulu mereka.

Tidak ada komentar: